085288825557
alaminma2000@gmail.com
Jl. Raya Serang Km 32 Ds. Sumur Bandung, Jayanti
blog-img
02/09/2024

Cerita Siswa SD, Raih Medali Kompetisi Sains Internasional Lawan 28 Negara

Sopiyullah | Prestasi

Rashad Akma Alaydrus dan Anya Prameswari Firmansyah, dua murid SD Cikal Lebak Bulus berhasil meraih medali Emas dan Perunggu di ajang Vanda International Science Competition yang diikuti oleh 28 negara dan 6.728 pelajar dunia. Rashad, murid kelas 5 SD dan Anya murid kelas 6 SD berhasil memecahkan 20 soal Sains berbentuk narasi story telling serta membahas isu dunia yang berkaitan dengan Sains dan Matematika.

Soal Sains sulit dan penuh tantangan

Anya yang mewakili Indonesia melawan para peserta dari 28 negara mengungkapkan sulitnya soal sains dalam ajang internasional yang dihadapinya.
"Waktu Vanda kemarin itu soalnya susah banget, banyak yang integrated between Sains and Math, atau global issue and science, terus soalnya panjang banget, its like retelling stories, 1 soal itu one page long, soalnya ada 20 soal, karena waktunya sedikit dan soalnya panjang, jadi aku ga sempet double check sebelum submit, aku tetap senang bisa do my best for competition,” tutur Anya dalam keterangan resminya. Rashad yang pertama kali mengikuti Vanda pun mengungkapkan hal yang sama, bahwa soal yang dihadapi menantang sekali.

“Aku berlatih untuk Vanda sebelum berkompetisi, tetapi ternyata pertanyaannya itu lebih menantang," ucap Rashad. Meski begitu, Anya yang sukses meraih medali emas ke-19 juga mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya atas pencapaian dirinya. "Aku merasa senang bisa kembali melakukan yang terbaik untuk Vanda. Aku juga seneng banget ada murid Cikal yang ikut juga (Rashad). Insya Allah, selanjutnya aku ke Global Round untuk Science and Math di Bali, setelah ini, aku akan tetap latihan math dan science seperti biasa sambil juga latihan balet juga belajar nihongo dan cookies sama oma," imbuh murid yang bercita-cita menjadi Psikiatri ini.

Sementara itu, Rashad menceritakan bahwa kompetisi Vanda merupakan kompetisi Sains tingkat internasional pertama yang diikutinya. Rasa ingin tahunya yang tinggi terhadap ilmu Sains mendorongnya untuk mencoba kesempatan ini sebagai sarana belajar yang menyenangkan. "Kompetisi Vanda ini adalah kompetisi Sains internasional pertamaku. Aku pengen ikut kompetisinya itu karena aku suka banget sains dan sains itu mendorongku berpikir kreatif dan kritis seperti melihat dunia baru yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Aku juga merasa gembira untuk ketemu teman-teman yang suka belajar Sains seperti aku," ceritanya. "Aku gembira banget pas saat dapat perunggu, aku padahal ikut untuk keseruannya tetapi aku bisa meraih prestasi di kompetisinya," imbuh Rashad.

Bagikan Ke:

Populer